Selasa, 23 Oktober 2012

Pemulia Tanaman


Pemuliaan Tanaman
A. Definisi Pemulian Tanaman
·         Pemuliaan tanaman adalah rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan danpengembangan suatu varietas, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru danmempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan. (Undang-undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2000 tentang perlindungan varietas tanaman)
·         Pemuliaan tanaman adalah suatu teknologi dan seni untuk memanipuasi gen dan kromosom atau kemampuan genetik tanaman sehingga sifat-sifat tanaman tersebut menjadi mulia dan lebih bergunasesuai dengan keperluan manusia yang selalu meningkat (Ahmad Baehaki dalam Nani Hermiati 2000.Diktat Kuliah Pengantar Pemuliaan Tanaman.Fakultas Pertanian UNPAD Bandung)
·         Pemuliaan tanaman adalah ilmu tentang perubahan susunan genetic sehingga memperoleh tanaman yang menguntungkan manusia (Poespodarsono Sumardjo. 1988. Dasar-dasar ilmu oemuliaantanaman.PAU IPB-Lembaga sumberdaya informasi IPB).
Sehingga pemuliaan tanaman didifinisikan sebagai suatu metode yang secara sistematik merakit keragaman genetic menjadi suatu bentuk yang lebih bermanfaat bagi manusia.

B.     Tujuan Pemulian Tanaman
·         Tujuan utama dalam program pemuliaan tanaman didasarkan pada strategi jangka panjang untuk mengantisipasi berbagai perubahan arah konsumen atau keadaan lingkungan. Pemuliaan padi, misalnya, pernah diarahkan pada peningkatan hasil, tetapi sekarang titik berat diarahkan pada perakitan kultivar yang toleran terhadap kondisi ekstrem (tahan genangan, tahan kekeringan, dan tahan lahan bergaram) karena proyeksi perubahan iklim dalam 20–50 tahun mendatang. Tujuan pemuliaan akan diterjemahkan menjadi program pemuliaan.
Ada dua tujuan umum dalam pemuliaan tanaman: peningkatan kepastian terhadap hasil yang tinggi dan perbaikan kualitas produk yang dihasilkan.
·         Menurut Allard (1960), tujuan pemuliaan tanaman secara umum dapat dirinci menjadi lima yaitu:
1.      Merakit jenis baru yang berdaya hasil tinggi
2.      Mengembangkan varietas yang lebih baik untuk lahan pertanian baru (seperti lahan marginal)
3.      Mengembangkan varietas baru yang tahan terhadap hama dan penyakit.
4.      Perbaikan kharakter agronomik dan hortikulturik tanaman.
5.      Peningkatan kualitas hasil tanaman.

C.     Manfaat Pemulian Tanaman
1.      Peningkatan produktivitas
Dengan diciptaknya varietas genjah dan berdaya hasil tinggi, maka produktivitas
pertanian dapat ditingkatkan perkesatuan luas (ha) dan perkesatuan waktu (tahun).
2.      Perluasan daerah produksi.
Dengan merubah sifat tertentu tanaman, maka daerah produksinya dapat diperluas, seperti: pada lahan marginal.
3.      Penggunaan varietas hibrida (hybrid vigor).
Dengan diketemukannya varietas hibrida produksi pertanian dapat ditingkatkan,
seperti pada tanaman pangan (terutama jagung), hortikultura (cabai besar, tomat,
melon, semangka)
4.      Tahan terhadap hama dan penyakit
Varietas unggul baru yang dihasilkan diharapkan toleran/ tahan terhadap hama dan penyakit, seperti diketemukannya tanaman padi varietas IR-36, IR-64, IR-66,
IR-72 toleran terhadap hama wereng dan penyakit virus.
5.      Peningkatan kualitas.
Varietas unggul yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas hasil tinggi, untuk dapat memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat yang makin maju. Misalnya varietas semangka (tanpa biji, rasa manis, warna daging buah menarik), durian bangkok varietas Cane dan Montong (daging buah tebal, aroma tidak terlalu
tajam, rasa anak dan manis).
6.      Kesesuaian terhadap mesin pemanenan
Varietas-varietas yang dihasilkan sebaiknya berbatang pendek, sehingga sesuai
dengan mesin pemanenan.

D.    Kendala dan Permasalahan dalam Pemuliaan Tanaman
1.      Jumlah pemulia tanaman yang ada relatif sedikit (± 600 orang) bila dibandingkan dengan komoditas yang harus ditangani. Ditambah dengan kualitas dan pengalaman SDM yang sangat beragam. Selain itu juga, upaya terencana untuk meningkatkan kemampuan terhadap perkembangan iptek pemuliaan yang relatif minim (training, shortcourse, workshop dll). Pendekatan yang bisa dilakukan adalah perbanyak pelatihan atau training, dengan melibatkan perhimpunan profesi pemulia (Peripi) ataupun lembaga pendidikan.
2.      Peralatan dan mesin pertanian untuk mendukung upaya pemuliaan, produksi, prosesing (pengeringan, seed treatment, quality control dll), serta distribusi benih/bibit masih sangat terbatas dan umumnya dibawah standard. Upaya pengadaan, peremajaan alat dan mesin menjadi keharusan.
3.      Dukungan dana yang tidak stabil dan tidak sinambung, umumnya masih tergantung dari proyek, bukan dana rutin. Riset pemuliaan/perbenihan yang memerlukan investasi yang cukup besar dan lama, dimulai dari proses penemuan kultivar yang tepat sampai uji multilokasi. Karena ketiadaan dukungan dana ini maka sering kali program pemuliaan suatu komoditas menjadi tidak sinambung.
4.      Akses terhadap pustaka mutakhir yang masih minim di Indonesia. Belum semua institusi pemerintah memiliki akses yang luas terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang baik ataupun jurnal ilmiah internasional.
5.      Pemuliaan molekuler masih sangat terbatas dilakukan. Padahal potensi untuk merakit kultiva dengan beragam tujuan terbuka luas. Hal ini terjadi karena:
Masih terbatas penelitian molekuler hulu (downstream), baik intensitas maupun kualitasnya yang mendukung kegiatan pemuliaan molekuler (untuk transfer gen), yaitu dalam bidang genomics, baik struktural (penentuan sekuens DNA/ struktur protein) ataupun fungsional (penentuan fungsi gen/protein dan interaksinya), seperti: identifikasi, isolasi dan karakterisasi sekuens DNA dari genom suatu tanaman, masih sangat sedikit dilakukan di negara kita.
6.      Ketiadaan peralatan, rendahnya akses terhadap jurnal-jurnal ilmiah bertaraf internasional, sumberdaya manusia yang terlatih masih sangat sedikit, ditambah dukungan dana yang masih sangat kecil dan tidak kontinyu merupakan sebagian kendala yang kita hadapi. Sebagai akibatnya para peneliti di Indonesia masih sangat tergantung terhadap hasil penelitian para peneliti asing, dan lembaga-lembaga asing lainnya (perusahaan bioteknologi ataupun lembaga riset internasional), yang umumnya telah dipatenkan. Kondisi seperti ini harus segera diakhiri, kuncinya adalah dukungan dana riset yang besar dan kontinyu untuk penelitian-penelitian genomics ini.
7.      Sosialisasi UU No. 29 tahun 2000 tentang PVT, belum berjalan seperti yang diharapkan. Petani ataupun masyarakat awam masih belum memahami Hak Perlindungan Varietas Tanaman yang diatur dalam UU tersebut. Beberapa kali terjaid konflik antara petani dengan perusahaan benih.
8.      Kebijakan pemerintah dalam hal perbenihan tidak selalu sejalan dengan keinginan pihak swasta. Beberapa prosedur untuk melepas varietas, untuk tanaman semusim yang akan dilepas sebagai varietas unggul baru perlu diuji mutlilokasi sedikitnya 6 unit pengujian selama 2 musim tanam atau 3 unit per musim tanam (2 kali setahun) dan dilakukan 2 kali pengujian berturut-turut ditempat yang sama (Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, 1999). Hal demikian, seringkali dipandang memberatkan dan tidak efisien bagi pengusaha.

Rabu, 11 Juli 2012

Sakura tumbuh di Indonesia

Tahukah kalian wahai sahabat?
Bunga Sakura tumbuh di Negara tercinta kita Indonesi..
Bunga berwarna merah muda yang cantik dan unik ini mulai menampakkan diri lagi di Kebun Raya Cibodas. Pada akhir bulan Juni 2011 bunga sakura muncul seiring dengan cuaca cerah yang menyelimuti Kebun Raya Cibodas.
Pohon sakura berbunga setahun sekali di Jepang, di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat. Berbeda dengan bunga sakura yang berada di Kebun Raya Cibodas, bunga sakura dapat mekar dua kali dalam satu tahun yaitu antara bulan Januari-Februari dan bulan Juli-Agustus. Saat ini bunga sakura di KRC mekar untuk kedua kalinya di Tahun 2011. Sebelumnya bunga ini mekar sesaat pada awal Februari 2011, karena faktor cuaca yang ekstrim membuat bunga sakura tidak lama muncul. Ada enam pohon sakura yang mekar di beberapa wilayah KRC yang merupakan salah satu koleksi yang sangat indah yaitu sakura jenis Prunus cerasoides yang berasal dari Pegunungan Himalaya. Koleksi bunga sakura lainnya berada di Sakura Garden.


Sahabat ternyata bunga Sakura juga tumbuh di Jawa timur lho...
tepatnya di Bendungan Selorejo, Desa Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Bunga yang mempunyai nama latin Prunus Serrulata sekarang tumbuh dan berbunga lebat. Jumlahnya baru enam buah.

"Ditanam oleh salah satu konsultan Jepang yang membangun bendungan itu," kata Sekretaris Jasa Tirta I Kota Malang, Harianto, kemarin.

Menurut Harianto, untuk menjaga kelestarian bunga tersebut, Jasa Tirta mengembangbiakkan melalui stek, cangkok dan biji. "Pembiakan yang berhasil ternyata melalui biji," ujarnya.

Harianto menjelaskan, jika sekarang laboratorium Kultur Jaringan Perum Jasa Tirta sudah berhasil
mengembangkan biakan bibit sakura sebanyak 25 bibit.
Bibit ini membutuhkan waktu dua bulan untuk perkecambahan. Bunga ini rencananya akan ditanam di sejumlah kantor Divisi Jasa Tirta Kota Malang.

Sumber : Tempo Interaktif

Gimana Sahabat? jadi g perlu jauh - jauh ke Jepang kalau ingin melihat Bunga Sakuara kan???, karena negara kita yang subur nan asri ini juga berpotensi untuk pertumbuhan dan perkembangan bunga Sakura,,,,

Trimzzzztt....
hehehe

Jumat, 06 Juli 2012

Keindahan Bunga Sakura Lambangkan Keindahan dan Kecantikan..

Berbicara mengenai bunga sakura pansti semua mata akan tertuju pada Negara Jepang, Bunga Sakura seolah dilambangkan sebagai keidentikan dengan negara tersebut. Faktanya memang jepang merupakan Nergara dengan Varian Bunga Sakura terbanyak Kurang lebih 200 varian, meskipun demikian bunga sakura tidak hanya hidup dinegara jepang melainkan ia dapat hidup di negar Cina, Jerman, Korea dan Canada.
bagi masyarakat jepang Bunga Sakura bukan hanya sebagai lambang negara tersebut tetapi di ibaratkan sebagai suatu sifat yang harus dimiliki oleh masyarakat negar tersebut.Bunga Sakura dijepang identik dengan seorang perempuan, kehidupan dan kematian.
Selain itu bunga sakuara dianggap sebagai pembawa rezeki dan keberuntungan, ada satu hal yang menarik dari tradisi bunga sakura dijepang yakni: Pada upacara pernikahan dan perayaan tradisional lainnya dijepang ada tradisi yang diharuskan meminum sup bunga sakura yang direbus dengan kelopak bunga sakura dalam wadah keramik yang diman punya makna untuk menyerap keberuntungan yang terkandung dalam makna bunga sakura tersebut.


saya mengutip dari salah satu blog, dimana Bunga Sakura terdebut memilki makna sebuah JANJI: blog tersebut mengatakan bahwa BUNGA SAKUARA SAAT MEKAR TANPA PAMRIH, TANPA BEBAN APAPUN, DENGAN KETULUSAN MEMBERIKAN KEPUASAN DAN KEKAGUMAN PADA SETIAP ORANG UNTUK MENIKMATINYA. GUGURNYA BUNGA SAKURA AKAN SANGAT DISAYANGKAN BANYAK ORANG. HIDUP BUNGA SAKURA BAK CERMIN KEBERHASILAN SESEORANG, BEGITU KITA MATI MAKA ORANG AKAN KEHILANGAN(blog: Kumala)


Setelah menelaah sedikit mengenai bunga sakura, tahukah kalian sahabat apa sebenarnya arti dari Bunga Sakura ???


Bunga Sakura dalam bahasa inggris disebut Cherry Blossom yaitu nama yang merujuk pada pokok - pokok hiasan ceri, disebut demikian karena buah sakura yang menyerupai buah ceri, masyarakat jepang menyebutnya sebagai Sakuranbo. dalam bahasa jepang sendiri Sakura berasal dari kata Saku dan Ra, Saku dalam bahasa Jepang bermakna mekar dan Ra dalam bahasa jepang merupakan kata jamak. Sedangkan dalam bahasa ilmiah bunga sakura disebut Prunus Jamasakura.
Bunga Sakura merupakan bunga nasional di jepang dengan berbagai macam jenis, jenis yang terkenal dijepang adalah Prunus Yedoenensis (berwarna merah mudan dan putih), Sakura Hutan (berwarna merah muda dan putih), Yammazakura (berwarna putih), Yaezakura (berwarna putih atau ungu kemerahan), Shidarezakura (yang rantingnya jatuh seperti pohon wellow dan bunga berwarna merah) dll. 


1.  Prunus Yedoenensis





2.  Sakura Hutan





3. Yammazakura





4.  Yaezakura





5. Shidarezakura





Bunga Sakura ditanam berkelompok. saat berbubga, maka pohon akan berbunga secara serempak, karena pohon bunga sakura tudak berdaun maka yang akan terlihat hanyalah hamparan bunga yang indah.


Periode berbunganya pohon sakura ini sangat pendek, saya kutib dari blog " dijepang ada ada suatu kiasan yakni 7 hari bunga sakura, yang berarti Sejak sakura mulai mekar, lalu kemudian layu kembali, waktunya 7 sampai 10 hari. dan keseluruhan pohon sakura sejak bunga pertama mulai mekar hingga seluruh bunganya layu kurang lebih memakan waktu satu sengah bulan.





Namun secara umum mekarnya bunga sakura bulan maret hingga april, yang juga bertepatan denga awal masuknya sekolah dan masuk kerjanya masyarakat jepang yang merupakan satu titik balik terbesar dalam kehidupan manusi, oleh karena itu bunga sakura melambangkan masa depan yang penuh sinar cerah dan harapan.


Inilah sedikit info yang dapat Cahay Nurul berikan untuk sahabat - sahabat sekalina...
Terimakasih...





Kamis, 05 Juli 2012

Alhadulillah selesai
ini adalah awal dari semua, terbukanya jendala baru dalam kehidupan dimana mempelajari hal  hal yang baru adalah suatu keindahan dan hal - hal yang akan membawa kita dalam kehidupan yang baru dan mengajarkan hal - hal yang baru pula,,,,

Awal kehidupan baru..